Kamis, 17 November 2016

Mungkinkah Wacana Indonesia Emas 2045 Terwujud?



Mungkinkah Wacana Indonesia Emas 2045 Terwujud?
Wacana Indonesia Emas di tahun 2045, wacana ini mengacu pada usia Indonesia yang mencapai 100 tahun yang diharapkan mampu menjadi negara yang maju. Namun dengan masalah-masalah yang masih ada seperti kemiskinan, pendidikan yang tidak merata, korupsi yang masih merajalela dan lain-lain, mungkinkah wacana Indonesia emas 2045 akan terealisasikan ?
  
Seluas apapun suatu negara, tidak ada artinya jika didalam negara tersebut masih banyak terjadi kekacauan. Secara garis besar, wacana berarti suatu rentetan kalimat yang menghubungkan proposisi satu dengan yang lain sehingga membentuk suatu satu kesatuan.  Yang mana hal ini membuat “Wacana”  Indonesia Emas di tahun 2045 masih belum mungkin, dikarenakan masih banyak kekacauan di Indonesia ini.
Menurut saya pribadi, Wacana Indonesia Emas 2045 belum bisa terwujud. Kenapa? 71 tahun Indonesia sudah merdeka, tetapi kita masih lemah dalam banyak bidang, teknologi misalkan, menurut saya, hampir 80% pengguna gadget smartphone di Indonesia menggunakan produk luar, yang menurut saya hal ini terjadi karena produk buatan Indonesia memiliki kemampuan yang lebih lemah dibandingkan produk luar. Bahkan produk dalam negeri pun, memiliki komponen dari luar, gadget tersebut “hanya” dirangkai di Indonesia saja, komponen – komponen penyusunnya masih didatangkan dari luar.
Beberapa hari yang lalu, pemerintah bahkan sempat melakukan impor cangkul 1,5 juta unit, yang mana hal ini membuat petani semakin miris, meskipun pemerintah kemudian mengatakan bahwa mereka hanya melakukan impur kepala cangkul saja yang katanya berkualitas tinggi dan kemudian akan di rangkai didalam negeri, tapi tetap saja, apakah Indonesia semalas ini sampai – sampai tidak bisa memproduksi cangkul seutuhnya sendiri? Lebih lagi, di Indonesia, tidak ada petani yang kesawah tidak membawa cangkul, bahkan di Indonesia sudah ada produsen cangkul yang memang sudah disediakan untuk membuat cangkul untuk petani. Dari pada cangkul, pemerintah sebaiknya melakukan impor alat yang lain, mesin giling misal, atau alat – alat lain yang masih sulit untuk diproduksi di Indonesia.
Negara maju adalah negara yang mandiri, dalam artian mereka sudah bisa melakukan segalanya sendiri. Entah itu dalam bidang produksi, SDM, dll. Sedangkan di Indonesia, hal – hal yang dibutuhkan untuk menjadi sebuah negara maju masih kurang, seperti yang sudah saya jabarkan sedikit diatas, Indonesia masih jauh dari kata “Negara Maju”. Ditambah lagi tingkat kemiskinan di Indonesia yang kian bertambah, serta korupsi yang merajalela membuat kata “Indonesia Emas” terasa semakin sulit untuk dicapai dengan sisa waktu 29 tahun ini.
Manusia adalah mahluk sosial, artinya kita tidak bisa hidup sendiri, yang mana impor menjadi salah satu pilihan bagi negara yang kekurangan “sesuatu”. Tetapi jika kita melakukan impor barang yang tidak perlu, itu sama saja dengan membuang – buang kas negara, hutang Indonesia saja masih menupuk banyak, kenapa kita harus mengimpor hal – hal kecil? Jika kita mengimpor sesuatu yang memang sulit untuk kita buat sendiri, maka itu masih bisa diterima, apa lagi jika jika mengimpor SDM pengajar misalnya, hal ini dapat meningkatkan SDM yang ada di Indonesia, dan dapat membantu untuk terwujudnya “Indonesai Emas 2045”.
Alasan lain dari ketidak mungkinan terwujudnya “Wacana Indonesia Emas 2045” adalah adanya pengaruh negatif dari generasi tua ke generasi muda. Misalkan saja, jika kami para generasi muda ada yang menjadi polisi, dimana kita tahu sendiri bahwa masih banyak polisi korup di Indonesia, disitu kadang generasi tua menjadi contoh buruk bagi generasi muda. Tentu saja, tidak semua polisi begitu, tetapi ini adalah sebagian kecil hal yang menunjukkan bawha “Indonesia Emas” masih jauh untuk dapat terwujud.
29 tahun memang waktu yang tidak singkat, bahkan bisa jadi generasi muda setelah kami juga akan ikut menjadi pemeran utama agar “Indonesia Emas” dapat terwujud. Tetapi selama 71 tahun indonesia merdeka ini, tidak banyak hal yang berubah di Indonesai, justru selama 71 tahun ini Indonesia mengalami kemerosotan moral dan pola pikir, seperti misal, sudah lebih dari 50% siswi smp di tiap – tiap daerah yang tidak lagi perawan, anak sd jaman sekarang sudah memegang smartphone yang mana hal ini dapat menjadi hal yang harus diperhatikan dengan teliti, karena bisa saja secara tidak sengaja saat anak sd mencari game atau melihat video kartun di internet, hal – hal negatif tidak sengaja muncul dan dapat merusak generasi muda bahkan sebelum mereka dapat berfikir apa yang sedang terjadi di negara ini.
Peran generasi tua juga tidak kalah penting, karena seperti yang sudah kita ketahui, banyak sekali adat dan budaya di Indonesia ini yang tidak memiliki penerus dari generasi muda dikarenakan generasi muda saat ini telah terpengaruh dengan era globalisasi ini, yang mana hal ini dapat memicu pencurian budaya yang mana kemudian generasi muda yang tadinya diam, mulai marah – marah, padahal sebelumnya tidak ada yang mau untuk menjaganya bahkan melihatnya saja sudah ogah – ogahan. Atau bahkan hal tersebut dapat memicu hilangnya suatu budaya, yang mana hal ini akan menjadi suatu kehilangan besar, karena Indonesia adalah negeri dengan ribuan budaya.
Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju bukan hanya dalam kemampuan mereka dalam teknologi, tetapi juga dalam hal budaya. Seperti di negara maju lain seperti Singapore, Jepang, Korea, Amerika Serikat, dll. Selain memiliki kemampuan lebih dibidangnya masing – masing, negara – negara tersebut juga menjaga budaya mereka dengan baik.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, tentusaja sebagai warga negara Indonesia, saya sangat berharap bahwa Wacana Indonesia Emas 2045 dapat terwujud, tetapi saya lebih memilih kontra terhadap wacana tersebut dikarenakan bukti – bukti Indonesia dapat menjadi sebuah negara maju masih sangat kurang. Selama 71 tahun Indonesia berdiri sendiri, banyak sekali hal yang telah menimpa Indonesia, mulai dari Kerusuhan Mei 1998, perginya Habiebie dari Indonesia, koruptor terkenal yang menjadi bukti bahwa “Hukuman bisa dibeli” dan pemilihan gubernur Jakarta yang tengah hangat dibicarakan beberapa minggu ini.
Indonesia telah mencoba melakukan beberapa langkah untuk mencapai “Indonesia Emas 2045”, seperti diadakannya Ful lDay School yang mana dalam pandangan saya, hal ini justru membuat generasi baru yang akan datang menjadi tertekan untuk pergi kesekolah serta membuat komunikasi antara orang tua dan anak semakin terpisah, karena anak memiliki waktu yang sedikit untuk berbincang – bincang dengan orang tuanya.
2045 atau 100 tahun Indonesia, dijadikan target untuk generasi muda membawa perubahan agar Indonesia dapat menjadi negara maju. Tetapi dengan banyaknya hal yang masih harus dibenahi di Indonesia ini, apakah wacana tersebut dapat terwujud? Atau hanya akan menjadi wacana saja? Hanya waktu yang bisa menjawab? Salah, hanya warga Indonesia sendirilah yang bisa menjawabnya. Sebagai salah satu warga Indonesia, menurut saya kita masih butuh banyak waktu lagi untuk mencapai “Indonesia Emas 2045”.

0 komentar:

Posting Komentar